Penyakit Ikan Lele dan Cara Mengobatinya
Source : fishpathogens(dot)net

Mengenal Penyakit Ikan Lele dan Cara Mengobatinya

Posted on

Seperti halnya usaha yang lain usaha budidaya ikan lele pasti menemui kendala salah satunya adalah terserang hama penyakit ikan lele.

Tentunya hama penyakit yang menyerang ikan lele ini bukan tanpa solusi. Hal ini bisa dihindari dengan cara memperbaiki tata kelola budidaya.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi hasil budidaya ikan lele mulai dari pakan yang keliru, benih yang tidak sehat dan pengaturan air kolam. Selain itu, iklim dan cuaca juga ikut serta mempengaruhi tingkat keberhasilan budidaya ikan ini.

Pada artikel sebelumnya kita membahas Cara Budidaya Ikan Lele dengan Baik untuk Hasil Maksimal dan kesempatan kali ini kita fokus kepada penyakit yang menyerang ikan lele.

Mengenal Penyakit Ikan Lele dan Cara Mengobatinya
Source : fishpathogens(dot)net

Mengenal Penyakit Ikan Lele dan Pengobatannya

Berikut ini beberapa penyakit yang sering menyerang ikan lele :

1. Penyakit bintik putih / white spot

Hal ini disebabkan oleh protozoa dari jenis Ichthyphyhirius multifillis. Apakah penyakit ini hanya menyerang ikan lele saja? Nyatanya penyakit ini menyerang hampir sebagian besar jenis ikan air tawar.

Penyakit ini ditandai dengan timbulnya bintik-bintik putih yang tumbuh pada permukaan kulit dan insang. Kemudian apakah penyebab timbulnya bintik putih ini? Penyakit ini timbul akibat kualitas air kolam yang buruk. Tidak hanya itu suhu air yang terlalu dingin serta kuantitas ikan dalam satu kolam yang berlebih turut serta memicu penyakit ini.

Dalam rangka mencegah penyakit ini, pembudidaya harus mengecek suhu air serta menjaga di kisaran 28’C. Air yang digunakan pun harus memiliki kualitas yang baik.

Apabila ikan lele sudah terlanjur terkena penyakit ini, pembudidaya dapat menambahkan larutan formalin sebanyak 25cc per meter kubik air ditambah malacit green sebanyak 0,15 gram per meter kubik air selama lebih kurang 24 jam. Selain dengan obat tersebut, penyakit ini bisa ditanggulangi dengan cara memindahkan ikan ke dalam kolam yang memiliki suhu ideal 28’C

2. Penyakit gatal / Trichodiniasis

Biasanya diakibatkan oleh serangan protozoa jenis Trichodina sp. Ciri-ciri ikan yang terkena penyakit ini antara lain adalah ikan terlihat lemas dan warna tubuh kusam. Selain itu ikan juga sering menggosokkan badannya ke dinding dan dasar kolam.

Penyebab tertularnya penyakit ini karena kontak langsung serta melalui perantara air. Protozoa ini tumbuh subur pada kolam dengan tingkat kepadatan tinggi serta kurangnya sirkulasi air dan oksigen di dalam kolam.

Dalam rangka mencegah penyakit ini, pembudidaya dapat mengatur tingkat kepadatan ikan lele dalam satu kolam. Selain itu, kualitas air juga harus dijaga sehingga penyakit ini tidak bisa berkembang.

Untuk menghilangkan penyakit ini dapat dicoba dengan cara merendam ikan dalam larutan formalin 40 ppm selama kurang lebih 12-24 jam.

3. Penyakit yang disebabkan serangan bakteri Aeromonas hydrophila

Ciri-ciri ikan yang terserang penyakit ikan lele ini adalah ikan tampak bengkak pada pangkal sirip serta luka-luka di tubuh ikan. Selain itu perut ikan juga menggembung dan berisi cairan getah bening. Penyebab timbulnya penyakit ini adalah penumpukan sisa pakan yang membusuk di dasar kolam.

Dalam rangka mencegah dan menanggulanginya, pembudidaya dapat memberikan pakan yang lebih tepat serta menjaga suhu air dikisaran 28oC.

Pemberian obat yang paling sering dilakukan adalan dengan cara memberikan antibiotik Oksitetrasiklin (OTC). Caranya dengan mencampurkan OTC dengan pakan, dosis yang digunakan sebesar 50 mg per kg pakan.

Pakan yang telah diberikan obat diberikan selama 7-10 hari. Lagi-lagi penyakit ini juga dapat ditanggulangi dengan mengganti air secara teratur. Tambahkan garam dapur sebanyak 100-200 gram per meter kubik pada saat melakukan penggantian air.

4. Penyakit Cotton wall disease

Disebabkan oleh bakteri Flexibacter Columnaris. Bagian tubuh yang terserang penyakit ini adalah organ dalam seperti insang. Gejala yang biasa timbul adalah terjadi luka/lecet pada permukaan tubuh, bintik putih, gerakan renang lambat dan ikan mengambang.

Sepertihalnya serangan bakteri Aeromonas hydrophila, bakteri Flexibacter Columnaris juga berkembang karena terjadi pembusukan sisa pakan didasar kolam. Selain itu suhu air yang naik terlalu tinggi juga dapat mempengahuri serangan bakteri ini.

Solusinya adalah pengaturan pemberian pakan, pemberian vaksin dan mempertahankan suhu air pada 28oC.

Dosis obat untuk penyakit ini adalah pemberian OTC 50 mg per kg pakan yang diberikan 7-10 hari. Merendam ikan dalam larutan OTC dengan dosis 3-5 ppm selama 12-24 jam juga dapat menjadi alternatif pengobatan penyakit ini. Karena ikan telah diberikan antibiotik maka ikan lele baru bisa dikonsumsi setelah dua minggu.

5. Serangan Channel Catfish Virus (CCV)

Jenis penyakit lain yang menyerang ikan lele adalah serangan Channel catfish virus (CCV). Virus yang tergolong ke dalam virus herpes ini menyebabkan ikan menjadi lemah, berenang berputar-putar, berenang tegak vertikal, dan pendarahan di sirip dan perut.

Pemicu penyakit ini adalah fluktuasi suhu air, kualitas air yang buruk serta tingkat kepadatan tebar yang tinggi.

Langkah pencegahan penyakit ini adalah dengan menjaga kebersihan kolam serta memilih pakan yang berkualitas. Pengobatan ikan yang terjangkit penyakit ini cukup dengan meningkatkan kebersihan kolam secara teratur hingga ikan terlihat pulih.

6. Penyakit kuning (Jaundice)

Terjadi karena kesalahan dalam mengatur nutrisi pakan. Pemilihan kualitas pakan yang buruk seperti pakan kadaluarsa dan pemberian pakan yang rusak. Pakan yang rusak bisa disebabkan karena keliru dalam menyimpan pakan.

Pakan harus disimpan pada tempat yang kering dan hindari menyimpan pakan di tempat yang lembab. Selain itu ada beberapa penyebab lain yaitu pemberian pakan jeroan atau ikan rucah secara berlebih. Penyebab lain juga bisa karena banyaknya alga merah yang terdapat dalam kolam.

7. Pecah usus atau Reptured Intestine Syndrom (RIS)

Gejala yang tampak adalah pecahnya usus yang disebabkan oleh pemberian pakan berlebih. Karena tergolong ikan yang rakus, ikan lele akan memakan berapapun pakan yang kita berikan sehingga akan memecahkan usus bagian tengah atau belakang.

Pengaturan pemberian pakan yang efektif dapat menjadi solusi. Ikan lele membutuhkan pakan per hari sebesar 3-6% dari berat tubuhnya. Pemberian pakan juga harus dilakukan secara bertahap mulai dari pagi, siang dan sore/malam hari.

8. Kekurangan vitamin

Kurangnya vitamin bisa menyebabkan ikan menjadi bengkok dan tulang kepala retak-retak. Banyak kasus kekurangan vitamin disebabkan karena kurangnya asupan vitamin C pada ikan.

Berikan vitamin mix yang banyak dijual di pasar untuk menanggulanginya. Dosis yang diberikan sebesar 1 gram per kg pakan lele diberikan selama 5-7 hari.

9. Keracunan

Bisa terjadi karena faktor lingkungan seperti air yang tercemar pestisida atau kimia berbahaya lainnya. Solusi yang bisa ditempuh adalah dengan melakukan penggantian air kolam minimal 20% setiap dua kali sehari.

Demikian sedikit ulasan singkat terkait penyakit ikan lele serta cara penanggulangan dan cara mengobatinya dan semoga bermanfaat.